Selasa, 31 Desember 2013

Resolusi Jihad NU (Bagian VIII)

Posted by saudara kita 17.12.00, under | No comments

Resolusi Jihad NU (Bagian VIII)

AGIAN VIII
1-9 NOVEMBER 1945:
KONSOLIDASI DAN PERSIAPAN PERANG
Bung Tomo Konsultasi Ke Kyai Hasyim
Ultimatum  tentara sekutu dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan/milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.
Bung Tomo
Bung Tomo
Seorang pemuda Surabaya bernama Sutomo (Bung Tomo) yang memiliki anak buah cukup banyak dan loyal dilaporkan menghadap ke Kyai Hasyim. Bung Tomo memang dikenal dekat dengan Kyai Hasyim, karena rumah orang tua Bung Tomo bersebelahan dengan rumah Kyai Hasyim di Surabaya. Seperti diketahui sejak kasus penahanan Kyai Hasyim oleh tentara Jepang karena menolak hormat kepada bendera Jepang, Kyai Hasyim lebih memilih tinggal di Surabaya dan sangat jarang kembali ke Jombang.
K.H. Hasyim Asy'ari
Demi prinsip, K.H. Hasyim Asy’ari menolak menghormat bendera Belanda dan Jepang
Sejumlah sumber menyebutkan Bung Tomo meminta ijin kepada Kyai Hasyim untuk menyiarkan Resolusi Jihad NU melalu radio guna memompa semangat perlawanan rakyat menghadapi kemungkinan terburuk deadline tanggal 10 November.
Kyai Wahab Mengumpulkan Milisi
Menyikapi ultimatum dari tentara sekutu, Kyai Wahab Hasbullah mengundang pimpinan laskar atau milisi yang berada dalam binaan NU untuk dimintai pertimbangan terkait langkah-langkah apa yang harus diambil. Laskar yang dipanggil tersebut antara lain, Laskar Hizbullah pimpinan K.H. Zainul Arifin, Laskar Sabilillah pimpinan K.H. Masykur dan Laskar Mujahidin yang dipimpin sendiri oleh Kyai Wahab serta sejumlah komandan Batalion PETA. Seperti diketahui, sebanyak 20 komandan Batalion PETA atau separuh lebih dari keseluruhan Batalion PETA, komandannya adalah Kyai atau pimpinan pesantren NU.
K.H. Zainul Arifin, Panglima Laskar Hizbullah
K.H. Zainul Arifin, Panglima Laskar Hizbullah
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pimpinan laskar memutuskan untuk tetap melawan tentara sekutu sampai titik darah penghabisan. Disusunlah kemudan taktik dan strategi perang melawan tentara sekutu pada tanggal 10 November 1945. Para komandan laskar tahu betul bahwa persenjataan tentara Inggris sangatlah lengkap, oleh sebab itu untuk menghadapinya harus menggunakan taktik yang cerdik.
K.H. Masykur, Panglima Laskar Sabilillah
K.H. Masykur, Panglima Laskar Sabilillah
Tidak ada satupun kekuatan rakyat waktu itu yang menganjurkan menyerah terhadap tentara sekutu. Semua komponen menolak tunduk dan menyatakan siap angkat senjata dengan mempertaruh jiwa dan raganya. Jihad Fi Sabilillah seperti begitu dirindukan.
Laskar Dari Daerah Bergerak Menuju Ke Surabaya
Menjelang 10 November 1945, rakyat dan para laskar dari daerah dilaporkan bergerak menuju Surabaya. Dari Malang, dilaporkan ribuan orang berjalan kaki menuju Surabaya. Dari Tulungagung, Kediri, Jombang, ribuan orang bergelombang datang ke Surabaya naik kereta api. Dari pantura seperti Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik juga dilaporkan di kampung-kampung terjadi mobilisasi massa sukarelawan untuk jihad ke Surabaya melawan Sekutu.
Laskar Hizbullah bergerak menuju Surabaya
Laskar Hizbullah bergerak menuju Surabaya
Sebagian besar dari mereka sama sekali buta dengan gambaran musuh yang akan mereka hadapi. Mereka tidak tahu apa itu tank, pesawat tempur, dan peralatan militer lainnya. Namun, ketidaktahuannya itu justru menjadikan mereka lebih bersemangat untuk melihat dari dekat. Sebagian di antara mereka memamerkan pusaka-pusaka keluarga yang diyakininya memiliki kesaktian akan mampu mengalahkan merian dan tank-tank sekutu. Sejumlah pondok pesantren secara diam-diam juga terlibat menggelar ritual pengisian energi kekebalan (‘asma’) terjadap sukarelawn yang akan berangkat ke meden laga.
Bersambung ke Bagian IX

0 komentar:

Posting Komentar